Selasa, 30 Agustus 2016
Percakapan rindu ーPart 1
Fiuuuh... Hela nafasku! Aku duduk terdiam di sebuah ranjang putih ditemani boneka kecilku. Ku ambil telepon pintar lalu ku perhatikan sebuah gambar di layar. Kuperhatikan setiap detailnya indah dan terasa hidup. Gambar itu terasa hidup! Aku betul merasakan keberadaanya seperti berada disisiku. Aku tak mengerti mengapa bisa begitu. Lalu sekejap saja aku merasa tertarik kuat ke lini masa.
Aku semakin merindukannya!
Betapa tersiksanya dalam ruang tertanduk rindu. Menderita bukan? Ketika penawar rindu terantah waktu.
Aku merasakan itu sayang tidak cuma kau!
Sambil ku pandangi layar hati dan pikiranku seakan berlari entah. Hati ku riaak kepala ku bising saat itu!. Seperti ada sesuatu yang seakan tak mampu teruahkan oleh kata tak terlampiaskan.
Sayang! Aku tahu betul melewati ini menderita.
Sayang! Aku tahu betul keteguhan hati perlu di teguhkan oleh kesabaran.
Tapi bukan kah hidup tidak akan jauh lebih berarti tanpa adanya derita dan kesabaran?
Bukankah dengan keteguhan hati seseorang dapat menjadi tunggang atas dirinya?
Sayang aku paham. Riak hatimu ku dapat dengar, riak suaramu memanggil namaku dengan penuh keasihan. Aku juga rindu padamu.
Sayang aku paham betul menjadi dirimu sungguhlah tidak mudah. Kadang lelah kadamg bosan dan ingin sesekali kau bersenang2. Hal yang membuatku tersentak pedih adalah ketika aku tahu dan menyadari bahwa menjadi dirimu sungguh tak mudah bahkan hanya untuk membuat ku selalu dalam keadaan tenang dan membuat ku tersyenum.
Tapi aku tahu sayang, lelah dan keringat mu akan berganti menjadi butir2 kememasan yang di baluri kebaikan dan ketulusanmu.
Sayang, hatiku tumpah ruah seketika saja. Lumpuh tertunduk padamu. Masih ku ingat kali pertama kita bertemu. Wajah itu senyum itu! Aku ingat dan masih terasa hangat di ingatanku.
Maafkan aku sayang, kali ini aku telah menyeretmu dan membawamu ke beranda ku.
Aku tak pernah menyadari bahwa sosokmu adalah jawaban atas doaku. Tapi kali ini maafkan aku bila kau merasa menderita bahkan benar2 menderita.
Bertemu! Tatap denganmu kala itu, mengubah jalan hidupku perlahan. Tak menyadari.
Menggenggam tanganmu membuatku nyaman, kau hanyutkan aku dalam indahnya keasihan kasih sayang dan ketulusan.
Kala itu aku terkagetkan oleh suara keras lalu aku.........
Bersambung 🐝
Sang Nohata
Nohata san.
Nohata san kamu baik hati. Saya tahu itu
Nohata san kamu wanita kuat. Saya tahu itu.
Dari matamu saya bisa melihat ketulusan itu.
Pasti banyak orang yang ingin menjadi seperti dirimu. Karena kamu adalah orang yang sangat mengerti betul apa arinya ketulusan.
Berada disini bukanlah keinginan saya tapi apa boleh buat. Karena tuhan sudah mengatur hidup saya.
Suatu hari di musim panas nohata san selalu datang ke kamar saya dan melihat keadaan saya. Itu adalah hal yg paling menyenangkan bagi saya.
Nohata san mengingatkan saya kepada ibu saya. Boleh kah saya panggil kamu ibu?
Ibu kamu betul. Bahwa jalan itu ada bermacam2 ada bukan hanya jalan yang lurus tapi bergelombang juga berbelok.
Ibu kamu betul. Bahwa setelah perjalanan panjang pasti akan berhenti lalu ada sesuatu peristiwa penting di balik itu.
Ibu kamu betul. Bahwa 'kehidupan amel setelah ini akan lebih cerah dan jalan terbuka lebar' itu yg ibu katakan.
Ibu terimakasih atas kerja keras selama ini.
Sampai saat aku menangis pun ibu ada disamping saya dan memberikan pelukan. Selalu khawatir tentang saya. Untuk hal itu saya ucapkan terimakasih.
Sampai saat ini akupun masih berjuang.
Sama halnya terlihat seperti langit setelah hujan selesai, pasti akan muncul pelangi yang indah.
Nohata san ada di hati saya.
Terimakasih
Tertanda Amel.
Senin, 29 Agustus 2016
Demi Masa di Lini Masa
Kau bhak malaikat pencabut nyawa kala itu. Kau datang dengan senyuman. Lalu sekejap membawa kisah perjalan hidupku, kau seret aku ke Beranda mu. Sungguh banyak hal yang tidak ku mengerti.
2 bulan lebih berada disini sangat sulit bagiku. Dengan semua ketidaktahuanku itu terlebih membuatku menyakitkan.
Namun Dokter bhak obat penawar racun. Berusaha menbawaku keluar dari kemelut . Selalu ku ingat di pengawal hari dia datang menemui ku dengan segenggam kabar ditanganya. Yah! Mengehela nafas panjang! Entah itu kabar baik atau kabar buruk. Tapi, itu selalu membuatku jauh lebih baik.
Lagi-lagi aku menangis di atas ketidaktahuanku. Terpuruk? Bukan bukan itu! Menyesal? Bukan juga! Lalu apa?. Meyakinkan diri dengan sebuah tangisan memang sedikit aneh bukan?. Menguatkan diri dengan sebuah tangisan tidak salah bukan?.
Entahlah siapapun tak akan pernah paham perasaanku ini. Rasanya hanya diri sendiri yang jelas mengerti sakit dan begitu pedih dalam keadaan ini.
Tapi kali ini jalan terbuka lebar di pelipis mataku. Jalan luas menyongsong sedikit ingin ku tapaki lalu berlari bahagia.
Aku duduk sambil melipat tanganku di meja dan melihat ke jendela kamar. Kosong! Riuk kepala ini ya Allah!.
Dokter datang lagi dengan lelah dan tulusnya, kerja kerasnya!
Hingga penyakitku perlahan tertendang ditendangnya oleh canggihnya teknologi negeri sakura. Butir butir kimia yang kuat namun menderita.
Selalu ada kekhawatiran di dalam hati. Jauh di lubuk hati seperti tergores perih tak tertahan bahkan sebuah tangisanpun tak bisa hanya untuk sekedar mampu megeringkan lukanya. Ia tetap basah dan menyakitkan. Aku pikir dunia tak berhak hanya untuk sedikit mengambil kebahagian dari hidupku. Maka akan kutapaki jalan yang kini memapar meski terjal dan berbatu tajam. Dunia kau tak berhak sekalipun untuk menghakimi. Bukan karena aku siapa, tapi Allah yang berhak menghakimi diriku.
Suatu lini akupun tertawa riak! Bersama dengan keluarga, teman dan kekasih adalah hal terindah. Riak tangis pun selalu kututupi rapat dan kubalut senyuman manis^^ .
Hingga hanya doa dan Allah yang akan selalu mengubah semuanya menjadi apa yang Ia kehendaki.
Saitama, 30 Agustus 2016
Pelangi saja sebentar
2 hari terakhir ini langit mulai menampakan kegelisahanya, hujan turun sepanjang hari siang dan malam. Bunyi percikan hujan menyentuh jendela kaca menemani tidurku di malam- malam terakhir ini. Sempat bertanya 'Kenapa ada hujan? Lalu kenapa ada cerah?'. Kerap kali ku lihat langit setelah hujan begitu syahdu bak lukisan tak terucap kata memuji Nya. Dunia seraya ini tak akan nampak tanpa Nya.
Kupandangi langit kali ini hanya gelap, bahkan bintang pun enggan meperlihatkan keindahanya. Jangan harap pelangi tiba-tiba muncul begitu saja! Langit dan seisinya kali ini benar-benar muram.
Bukan perihal hujan yang turun 2 hari terus menerus yang membuatku sedih atau bukan perihal yang lainnya. Hanya hati sempat bertanya kenapa sesulit ini bahkan hanya untuk melihat indahnya sebuah pelangi yang meski sedekap akan menghilang. Sungguh keji! Tidakkah ada yang Abadi di dunia ini selain Mu?
Saitama 29 Agustus 2016
22;26
Sabtu, 27 Agustus 2016
Ibu kenapa sedih?
Dapet pelajaran berharga dari seorang ibu2 pagi ini.
Pas balik abis mandi ada ibu2 sendiri liat ke arah jendela, ya kebetulan pemandanganya bagus banyak pepohonan dan suasana kota yang tenang. Waktu tadi ujan gerimis gitu jadi nambah aura melan kolis. Hehe
Terus aku sapa,
Amel : Pagi bu, lagi apa liat kejendela. Mendung ya ujan. Hehe nyengir SKSD gitu akunya.
Ibu : Cuma bales senyum tapi mukanya sedih bgt keliatan entah karena sakit atau ada hal lain yg lebih berat.
Ga lama si ibu itu nanya.
Ibu : De kamu kerja disini? Kan nanti kalo abis pulang dr rs emang bisa kerja?
Amel : Iya kerja bu, nanti abis pulang sehat kan bisa kerja lagi. *aku jawab dengan perasaan ya biasa aja gitu kan*.
Si ibu liat ke jendela lagi matanya berkaca2. Dalem hati aku, kenapa si ibu sedih banget apa aku salah ngomong. Kurus banget badanya sampe kulit itu bener keriput keliatannn. Sempet mikir ini anaknya ga ngurisin emaknya apaa!
Terus aku tanya.
Amel; Ibu kerja kan sekarang? Semangat ya ibuu kita pasti baik2 aja pasti! Dengan berusaha ngajak si ibu itu senyum walau dikit. Terus dia jawab
Ibu: Saya gatau kerja saya gimana, saya sepertinya udah di pecat dan saya harus masuk ke rs karena sakit. *ngomong sambil berkaca2*
Saat itu aku langsung ngerasa sedih dan istigfar dalem hati berkali2. Sambil mikir ya Allah kemana aja kemaren2 aku ngerasa cobaan yg ada di hidup aku berasa udah paling berat, udah super ngeluh. Liat ibu itu banyangin kamu jadi dia, da aku mah ga mungkin sekuat dan setegar ibu ituuu.
Pas yang sedihnya lagi aku denger si ibu itu bilang "Saya ga punya anak dan suami dan saya cuma sendirian" .
Nangis inget mamaaaa dan lebih ngerasa bersykur lagi sama Allah apapun keadaan kita.
ﻓَﺒِﺄَﻱِّ ﺁﻻَءِ ﺭَﺑِّﻜُﻤَﺎ ﺗُﻜَﺬِّﺑَﺎﻥِ
Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?
Pas kebetulan suka baca surat Ar-Rahmaan ini dan makin sadar kalo buar bersyukur itu simple kitanya aja yang suka ga peka sama keadaan kita dan lingkungan sekitar. Padahal kalo diliat jauh kediri sendiri bisa sampe sejauh ini itu ga mungkin kalo bukan karena Izin dan Kehendak Allah. Semoga kita lebih peka buat bersyukur dan jangan suka mendustakan nikmatnya. Contohnya semua yang kita dapet itu tidak lain tidak bukan karena bantuan dan ijin Allah. Allah yang menciptajan dunia dengan semua isinya jadi pas kita berhasil dalam mencapai sesuatu jangan cuma mikir itu semua karena usaha kita atau orang2 sekitar tapi inget semuanya karema Allah dan jangan berhenti buat bersyukur. Aminnnn 🐝....
Canduku tidak wajar
Lagi-lagi jam segini! Jam galaunya jam malam. Lirik mataku Ah! Jam 22.42, menoleh sambil membuka mesin canggih layar sentuh. Entah semenjak kapan aku menjadi kecanduan, kecanduan akan dirinya. Kecanduan yang tidak bisa ku jelaskan persis seperti apa. Yang pasti aku kecanduan! Rasa yang perlahan menjadi dalam lalu meluas dan membuatku semakin takut kehilanganya.
Menjalin hubungan dengan penuh rasa juang dan kedewasaan bukanlah hal mudah. Ini bukan perkara hal seberapa banyak kamu bilang "I Love You" tapi seberapa besar dan banyak pengorbaan rasa yang telah terlewatkan bersama. Ini juga bukan perkara sebrapa sering kamu bilang "I Miss You" tapi lebih kepada seberapa banyak kamu mendokaanya agar dia selalu terjaga dalam setiap langkah menuju segala kebaikan. Menjalin kasih dengan ketulusan hingga sempat aku bertanya sudah sejauh inikah perasaanku kepadanya? tatkala dimana kali ini dia sungguh2 berhasil membuatku takut kehilangan.
Sepertinya rasa ini mulai sedikit tidak wajar🐝....
Saitama Jepang, 27 Agustus 2016
Jumat, 26 Agustus 2016
Terlebih dan Berlebih 🌼
ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺑِّﻲ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
Qala rabbee aAAlamu bima taAAmaloona
Syu'aib berkata: "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan".
Dengan apa ku menjagamu? Hanya dengan doa cara terbaik satu satunya. Karena aku yakin Allah akan senantiasa menjaga mu untukku. Ketika aku rindu dan hanya mampu menangis aku hanya yakin do'a satu-satunya penyampai rindu. Walau kegelisahan itu sering muncul di benak dan pikiranku. Walau mungkin akupun tak tahu dengan jelas apa kau pun disana merasakan hal sama denganku. Sering kali aku ucapkan beberapa samar makna dan rasa ingin tahu tentang keberadanmu. Rasanya lama-lama aku hanya menjadi sebuat pertanya yang akan membuatnya bosan lalu mengabaikanku. Lagi-lagi kegelisahan itu muncul saat dimana aku terbaring di atas kasur dan bantal mungilku. Menderita! Mengapa sebegininya ku sangat mengkhawatirkan nya. Hingga aku memejam kan matapun rasanya sulit menghilangkanya dari kepalaku. Rasa ini terlalu berlebihan. Hingga semuanya menyiksaku perlahan tak menyadarinya.
Kini sosoknya perlahan menjadi sebuah doa yang selalu ku lantunkan di sela waktu dan shalatku.
Mana aku tahu kau berkata jujur atau bohong.
Mana ku tahu kau benar tertawa atau menangis.
Mana ku tahu kau benar setia atau bosan.
Ya Allah aku takan biarkan ke egosian menyelimuti hatiku. Ku pasrahkan dia bila memang jodohku, dia hanya sebuah jasad yang berbeda sebagaimana aku menjaga diriku maka aku yakin diapun akan menjaga dirinya untukku. Ku titipkan dia kepada Engkau ya Allah. Hanya dengan Kuasa Mu Kau mampu membolak balikan hati seorang manusia.
Saitama, 26 Agustus 2016
22.11 P.M
#muslimpro muslimpro.com
Minggu, 21 Agustus 2016
Taraaaa my first article is coming 🐝....
Ada beberapa hal yang kita harus sadari sebagai wanita. Salah satunya yang akan di bahas dibawah ini. Wanita akan terlihan cantik bukan karena rupanya saja rapi coba kita perhatikan hal-hal yang jauh lebih penting yaitu dengan menerima kekurangan kita entah dari hal fisik maupun lainnya. Sadari bahwa kecantikan itu terpancar dari hati dan perilaku yang baik. Jadi selalu berusaha memperbaiki diri dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan tentuinya merawat diri dengan baik. Bagi laki-laki juga wajib mengetahui sisi lain dari seoranf perempuan jika diluarnya dia selalu ceria dan bersemangat belum tentu saat dia dibelakangmu dia akan melakukan hal yg sama. Coba ketahuilah beberapa hal ya g wanita alami tanpa kamu ketahui. Mereka berjuang hebat loh untuk bisa jadi dirinya yang sekarang dan bahkan memperjuangkan dorinya untuk selalu bisa dilirik kamu lalu antas disandingkan dengan pasangaanya. Nah ini bahasanya dikutip dari shared and post temen kita di sebuah applikasi terkenal ***e.
Wanita Kuat Bukan yang Tak Pernah Menangis, Tapi yang Bisa Melakukan 4 Hal Ini
Kata kuat bisa punya berbagai makna. Wanita yang kuat mungkin sering diidentikkan dengan wanita yang selalu bahagia dan tak gampang menangis. Tapi tak selamanya seperti itu. Wanita kuat itu bisa saja menangis, bersedih, atau merasa terluka.
“I am the blood of the dragon. I must be b. I must have fire in my eyes when I face them, not tears.”
― George R.R. Martin, A Storm of Swords
Ladies, apakah kamu termasuk wanita kuat? Wanita kuat itu menurut Vemale adalah wanita yang berhasil melakukan 4 hal ini, nih. Let's take a look!
1. Tahu Kekurangan Dirinya dan Bisa Menerimanya dengan Baik
Wanita kuat bukanlah yang mengagung-agungkan kelebihan dan kebaikannya. Justru ia akan menyadari kekurangan serta kelemahan dalam dirinya. Dan itu tak membuatnya rendah diri, justru bisa jadi semangat dan motivasi yang akan memacunya jadi pribadi yang lebih baik lagi.
2. Selalu Punya Semangat untuk Terus Memperbaiki Diri
Kamu kuat kalau kamu nggak gampang putus asa atau menyerah. Saat gagal atau jatuh, kamu tak lantas patah arang. Justru kamu bakal lebih semangat lagi untuk memperbaiki diri. Kamu tahu bahwa proses belajar dan memperbaiki diri itu nggak akan pernah berhenti atau habis.
3. Ada Saatnya Kamu Menangis, Tapi Bukan Berarti Kamu Cengeng
Menjadi kuat bukan berarti nggak boleh menangis. Kamu bisa dan boleh kok menangis. Ada saat-saatnya menangis bisa membuat perasaan lebih baik dan jadi makin lega serta bahagia setelahnya. Menangis bukan berarti cengeng atau lemah, asal menangisnya juga nggak berlebihan. Secukupnya saja, kalau perasaan membaik ya sudah kembali semangat lagi.
4. Kamu Tahu Ada Risiko di Setiap Pilihan dan Itu Tak Membuatmu Peragu
Ada risiko di setiap pilihan yang kamu buat. Kamu tahu persis kalau ada hal-hal yang bakal membuatmu kecewa, kesal, atau marah. Tapi kamu tak takut atau jadi peragu. Justru kamu makin mantap melangkahkan kakimu. Kamu berani untuk menghadapi setiap masalah yang bakal muncul atau hadir di depanmu.
Jadi, apakah kamu termasuk tipe wanita yang kuat, Ladies? Atau mungkin kamu punya definisi sendiri tentang apa itu artinya jadi wanita kuat? Share your thoughts with us :)
Like&share
Hi! Good afternoon 🙆
This is my second blog after my first blog was lost and i didn't know how to get it back. Btw in this article let me introduced my self. Yes my familiarity name is Amel, was born in Bandung in May 1993. Actually now 23 years old and a student of English literature in one of the famously college at Bandung. And know I'm living in Japan for some years ahead. Why Japan? To be honest I don't know why I choose this country. Whereas my major is really different, yes but in the other side whenever you are it's has many knowledge there are based your perspectives. And last, day after day I feel how the biggest power from 'writing' n 'a book with a pen' , that how amazing can expressed your feelings without limitations you can imaging something whatever you're.
See you soon in the next story about my journey. Good bye 🐝....
This is my second blog after my first blog was lost and i didn't know how to get it back. Btw in this article let me introduced my self. Yes my familiarity name is Amel, was born in Bandung in May 1993. Actually now 23 years old and a student of English literature in one of the famously college at Bandung. And know I'm living in Japan for some years ahead. Why Japan? To be honest I don't know why I choose this country. Whereas my major is really different, yes but in the other side whenever you are it's has many knowledge there are based your perspectives. And last, day after day I feel how the biggest power from 'writing' n 'a book with a pen' , that how amazing can expressed your feelings without limitations you can imaging something whatever you're.
See you soon in the next story about my journey. Good bye 🐝....
Langganan:
Postingan (Atom)