Selasa, 30 Agustus 2016

Sang Nohata


Nohata san.

Nohata san kamu baik hati.  Saya tahu itu
Nohata san kamu wanita kuat.  Saya tahu itu.
Dari matamu saya bisa melihat ketulusan itu.
Pasti banyak orang yang ingin menjadi seperti dirimu.  Karena kamu adalah orang yang sangat mengerti betul apa arinya ketulusan.
Berada disini bukanlah keinginan saya tapi apa boleh buat.  Karena tuhan sudah mengatur hidup saya.

Suatu hari di musim panas nohata san selalu datang ke kamar saya dan melihat keadaan saya.  Itu adalah hal yg paling menyenangkan bagi saya.
Nohata san mengingatkan saya kepada ibu saya.  Boleh kah saya panggil kamu ibu?

Ibu kamu betul.  Bahwa jalan itu ada bermacam2 ada bukan hanya jalan yang lurus tapi bergelombang juga berbelok.
Ibu kamu betul. Bahwa setelah perjalanan panjang pasti akan berhenti lalu ada sesuatu peristiwa penting di balik itu.
Ibu kamu betul. Bahwa 'kehidupan amel setelah ini akan lebih cerah dan jalan terbuka lebar' itu yg ibu katakan.
Ibu terimakasih atas kerja keras selama ini.
Sampai saat aku menangis pun ibu ada disamping saya dan memberikan pelukan.  Selalu khawatir tentang saya.  Untuk hal itu saya ucapkan terimakasih.
Sampai saat ini akupun masih berjuang.
Sama halnya terlihat seperti langit setelah hujan selesai, pasti akan muncul pelangi yang indah.
Nohata san ada di hati saya.

Terimakasih
Tertanda Amel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar